Single “You’re OK” Jadi Curahan Hati Chloe Stroll Mengenang Sang Nenek
Penyanyi dan penulis lagu asal Montreal, Chloe Stroll, merilis single terbaru bertajuk “You’re OK”, sebuah karya yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya kehilangan sang nenek. Lagu ini menjadi media bagi Chloe untuk menyalurkan emosi sekaligus proses penyembuhan diri, dengan harapan bahwa orang yang ia cintai telah berada dalam kedamaian.
Chloe mengakui bahwa lagu ini memiliki makna yang sangat dalam bagi dirinya. “‘You’re OK’ sangat membantu saya dalam proses healing. Saya menulisnya tentang nenek saya. Kami sangat dekat, dan satu-satunya hal yang membuat saya bisa tenang adalah keyakinan bahwa beliau baik-baik saja,” ujarnya.
Ia kemudian mengenang momen sederhana namun bermakna bersama sang nenek. “Beliau selalu duduk di kursi kuning besar di kamarnya, menunggu kami datang. Saya sering merasa belum cukup hadir untuknya, belum cukup sering menelepon atau berkunjung,” tambahnya.
Dari ingatan itulah, Chloe membangun narasi lagu “You’re OK”. Ia mencoba menangkap emosi kehilangan sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang memberi kekuatan. “Saya ingin mengubah kesedihan itu menjadi kekuatan. Saya terus berkata dalam hati, ‘setidaknya salah satu dari kami baik-baik saja,’” katanya.
Perjalanan musik Chloe sendiri sudah dimulai sejak usia sangat muda. Ia menulis lagu pertamanya di usia tujuh tahun, lalu merilis debut single “Run” pada 2023. Kariernya berlanjut dengan lagu-lagu seperti “Thin Air” dan “Water Over Sand”, serta penampilan di acara The Kelly Clarkson Show.
Dengan pengaruh musik dari Lana Del Rey, Billie Eilish, hingga Adele, Chloe membangun gaya musik yang emosional dan personal, yang juga dipengaruhi kehidupan keluarga dan hubungan pribadinya.
“You’re OK” sendiri merupakan bagian dari album debut Bloom in the Break, sebuah proyek 12 lagu yang mengeksplorasi tema kehilangan, cinta, trauma, dan penerimaan diri. Album ini memperlihatkan perjalanan emosional Chloe dalam bentuk yang paling jujur.
Pada akhirnya, Bloom in the Break menegaskan bahwa dari rasa sakit dan kehilangan, manusia tetap bisa menemukan cahaya untuk melanjutkan hidup.


