NewsSingle

Magnesence Rilis “Moving On”, Lagu Tentang Ambisi Kaum Urban

Band asal Jakarta, Magnesence, resmi merilis single terbaru berjudul “Moving On” pada 5 Juni 2026. Meski sekilas terdengar seperti lagu tentang patah hati, karya terbaru ini justru mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan banyak anak muda perkotaan: ambisi, tekanan, dan perjuangan mengejar mimpi di tengah hiruk pikuk kota besar.

Bayangkan bangun pagi dengan kepala penuh target, berangkat bekerja dengan harapan besar, lalu pulang hanya dengan sisa tenaga yang ada. Semua dilakukan demi mimpi yang belum tentu diketahui kapan akan tercapai. Bagi Magnesence, ambisi di kota besar memiliki harga yang tidak murah. Ia dibayar dengan waktu, tenaga, bahkan terkadang jati diri.

Melalui “Moving On”, Magnesence ingin menggambarkan fase ketika seseorang terus berlari di antara impian yang ingin diraih dan kelelahan yang semakin menumpuk, namun tetap memilih untuk bertahan dan berjuang.

“Moving On adalah lagu bersemangat tentang pekerja muda yang mengejar laju kehidupan kota besar. Kami ingin memotret urban ambition: tuntutan dan tekanan yang dialami saat merintis karier, sekaligus mimpi yang begitu besar sehingga membuat mereka terus melaju dalam tekanan. Kami harap, lagu ini bisa menjadi anthem yang relate bagi banyak orang,” ungkap bassist Magnesence, Rio.

Secara musikal, “Moving On” dibuka dengan ledakan energi pop-rock yang langsung menghadirkan seluruh instrumen secara bersamaan. Dentuman bass dengan distorsi tipis berpadu dengan karakter drum yang bulat dan solid, menciptakan fondasi kuat bagi eksplorasi instrumen lainnya. Riff gitar elektrik pendek yang dimainkan berulang menjadi identitas utama lagu ini, sementara gitar akustik tetap hadir jelas di tengah lapisan distorsi dan gemuruh simbal.

Memasuki bagian verse, pola bass drum four-on-the-floor mengiringi vokal yang menyuarakan ambisi besar dari sudut pandang orang pertama. Salah satu lirik yang menonjol adalah kalimat, “Eyes on the prize, the Tiger in Me!”, yang menggambarkan semangat untuk terus mengejar tujuan.

Perjalanan musikal “Moving On” semakin menarik ketika memasuki paruh kedua lagu. Bagian ini ditandai dengan permainan fingerpicking gitar akustik dalam nuansa minor yang menjadi gerbang menuju perubahan karakter musik. Dari atmosfer yang semula cerah dan penuh semangat, lagu bertransformasi ke arah punk rock yang lebih keras dan gelap.

Perubahan tersebut merepresentasikan fase ketika para pekerja muda mulai merasakan dampak tekanan pekerjaan yang semakin berat. Kondisi itu diperkuat melalui chant vokalis yang berulang menyuarakan kalimat “Good is not good enough”. Saat seluruh instrumen kembali masuk secara penuh, suasana muram mulai memenuhi ruang sonik lagu, menggambarkan perasaan terjebak dan kelelahan yang mendalam.

Namun, titik tersebut bukanlah akhir. Kondisi stagnan yang digambarkan sepanjang bagian tengah lagu akhirnya ditembus oleh kebangkitan semangat yang diwujudkan melalui chorus terakhir. Energi perjuangan kembali mengalir hingga lagu berakhir, meski kini meninggalkan bekas luka yang tak terlihat dari perjalanan panjang yang telah dilalui.

Magnesence Release Party

Tak lama setelah perilisan singlenya, Magnesence menggelar sebuah release party bertajuk “Moving On with Magnesence” pada Minggu, 14 Juni 2026. Acara tersebut menjadi momen spesial karena menghadirkan kolaborasi lintas negara yang melibatkan satu band lokal dan dua band asal Malaysia.

Dalam acara itu, Magnesence memperdengarkan “Moving On” kepada para musisi yang hadir. Gayung pun bersambut ketika ketiga band tamu turut membawakan karya mereka masing-masing, menciptakan ruang pertukaran musik dan apresiasi antar musisi independen.

Release party tersebut sekaligus menjadikannya sebuah international act karena melibatkan musisi dari berbagai negara di Asia Tenggara. Melalui acara ini, Magnesence berharap band-band independen yang terlibat dapat memperluas basis pendengar mereka hingga ke tingkat regional.

“Kami ingin berbagi musik Magnesence dengan teman-teman sesama musisi negara tetangga, sehingga musik kami semakin dikenal di Asia Tenggara. Kami juga ingin menyuarakan solidaritas SEAblings melalui release party kali ini,” ujar Rio.

Untuk acara tersebut, Magnesence mengundang Statelines, band asal Bekasi yang dikenal dengan warna musik dream pop. Sementara itu, dua band asal Malaysia yang turut tampil adalah MUCK dengan sentuhan rock alternatif serta Fieldville yang mengusung nuansa shoegaze yang kuat.

Magnesence sendiri pertama kali dibentuk di Bandung pada 2012 dan kini aktif berkarya di Jakarta. Saat ini band tersebut diperkuat oleh Rio (bass), Ifad (vokal), Cahyo (gitar elektrik), Reno (gitar akustik), serta Dhika yang bergabung sebagai drummer pada akhir 2025. Kehadiran Dhika melengkapi formasi terbaru Magnesence yang terus membawa semangat energik dalam setiap karya mereka.

Single “Moving On” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming musik, termasuk Spotify, YouTube Music, Apple Music, Deezer, dan layanan digital lainnya. Pendengar dapat menemukan lagu tersebut dengan mengetik “Magnesence Moving On” pada platform musik favorit mereka.