OMJP Memadukan Dangdut, Koplo, dan Rock Di Single Terbarunya “Gila Aku”
OMJP, unit musik asal Yogyakarta, resmi kembali menyapa pendengar lewat single terbaru mereka bertajuk “Gila Aku” yang dirilis pada 7 Desember 2025 di berbagai platform streaming digital. Perilisan ini bukan hanya menandai berakhirnya masa hiatus OMJP, tetapi juga menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikal mereka yang kian matang dan berani bereksperimen.
Sejak pertama kali muncul pada 2018 dengan tiga single dangdut berbahasa Jawa, OMJP dikenal sebagai band yang tak berhenti mengeksplorasi kemungkinan. Di “Gila Aku”, mereka meramu elemen dangdut dan koplo dengan sentuhan rock serta nuansa progresif, kali ini dibalut lirik berbahasa Indonesia. Pergeseran tersebut dilakukan agar pesan lagu terasa lebih dekat, personal, dan mampu menjangkau spektrum pendengar yang lebih luas, terutama dalam menggambarkan pergolakan batin dan luka emosional yang sering kali dipendam.
Lewat “Gila Aku”, OMJP mencoba mengartikulasikan fase-fase emosional yang hadir ketika kesedihan belum sepenuhnya usai dan luka masih terasa nyata. Perasaan yang kerap disembunyikan, ditahan, atau dianggap akan sembuh dengan sendirinya, justru diangkat ke permukaan secara jujur dan apa adanya.
Namun, lagu ini tidak terjebak pada romantisasi kesedihan semata. “Gila Aku” juga menjadi refleksi tentang pentingnya menghadapi luka, mengurai, membicarakan, dan membiasakan diri berdamai dengannya. Dari sanalah kekuatan perlahan terbentuk, menjadikan kesedihan sebagai bekal untuk melangkah ke hari-hari berikutnya dengan lebih tangguh.
Transformasi musikal OMJP tak lepas dari latar belakang para personelnya yang beragam. Selin Rimesu dikenal memiliki pengalaman vokal lintas genre, mulai dari keroncong hingga dangdut, serta pernah menjadi backing vocal untuk Ndarboy Genk. Sementara Wulan Sari aktif tampil bersama nama-nama seperti Juan Reza, Chesylino, dan sejumlah musisi musik timur yang tengah mencuri perhatian.
Di sektor pemusik, Uki dikenal melalui band rock and roll Kasino Brothers, Hata Nugraha lewat Hata Project, Thalita sebagai drummer session untuk beberapa musisi seperti Amorisa dan Mighfar Suganda, Agus Umbu dengan pengalamannya di keyboard serta organ gereja, hingga Michael HB Raditya yang aktif bersama band dangdut Melbourne, Yarra Irama, dan proyek solo bernuansa protes, mkl.hb.
Dengan karakter musikal yang terus berkembang dan latar belakang personel yang kaya warna, OMJP berharap “Gila Aku” dapat memberi kontribusi segar bagi lanskap dangdut Indonesia, sekaligus memperluas cakrawala musik pop Tanah Air. Sebuah karya yang diharapkan mampu menemani pendengarnya, baik saat masih terjebak dalam perasaan kalut maupun ketika perlahan bangkit dan melangkah maju.


