Serak Parau Rilis “Iyain Aja” dan “Perintis”, Bawa Suara Kaum Medioker
Duo band pendatang baru asal Depok, Jawa Barat, Serak Parau, resmi membuka perjalanan musik mereka dengan melepas dua single debut, “Iyain Aja” dan “Perintis”. Terbentuk pada Mei 2026, Serak Parau digawangi oleh Yue sebagai vokalis dan Budi sebagai gitaris sekaligus produser.
Meski terbilang baru, keduanya bukan nama asing dalam skena musik alternatif. Yue dan Budi sebelumnya tergabung dalam unit rock alternatif Vern pada 2021 hingga 2023. Bersama Vern, mereka sempat merilis mini album/EP bertajuk “Psychosis” dalam format CD dan mendistribusikannya melalui berbagai platform musik digital.
Perjalanan Vern juga sempat mendapat perhatian dari skena musik independen internasional. Single “Psychosis” masuk dalam nominasi Radio Wigwam Awards 2021, ajang penghargaan dari radio musik indie asal Inggris, dalam kategori Best Hard Rock Act. Meski pada akhirnya belum berhasil membawa pulang penghargaan tersebut, pencapaian itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan musik keduanya.
Setelah Yue tidak lagi bersama Vern sejak 2023, dirinya kembali berkolaborasi dengan Budi dalam proyek musik baru yang menawarkan pendekatan berbeda. Jika sebelumnya mereka banyak bersentuhan dengan musik alternative rock, melalui Serak Parau keduanya mencoba menghadirkan musik yang lebih mentah atau raw, sekaligus memasukkan unsur folk ke dalam penulisan lirik.
Serak Paraumenjadikan kehidupan masyarakat yang mereka sebut sebagai “Kaum Medioker” sebagai salah satu tema utama. Istilah tersebut merujuk pada kelompok masyarakat menengah yang berada di antara kalangan menengah ke atas dan menengah ke bawah. Mereka adalah kelompok yang memiliki kemampuan “cukup” untuk menjalani kehidupan, tetapi sering kali tidak memiliki cukup daya untuk bersaing dengan kelompok yang berada di atasnya dan tidak memiliki banyak privilege.
Keresahan terhadap kondisi tersebut kemudian menjadi bahan bakar utama dalam karya-karya Serak Parau. Mereka mencoba menyuarakan kelompok yang dianggap tidak banyak mendapatkan bantuan maupun perhatian dari pemerintah; kelompok yang lebih sering hanya mampu berkeluh kesah dan tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan perubahan ketika sesuatu terjadi. Mereka yang lebih sering kalah dan memilih mengalah.
Suara dari kelompok inilah yang ingin diangkat Serak Parau melalui proyek album perdana mereka.
“Iyain Aja”, Jeritan Pertama Serak Parau
Single pertama Serak Parau, “Iyain Aja (Kata Bapak)”, dirilis secara digital pada Juni 2026. Lagu ini menjadi bentuk jeritan perdana mereka dengan membawa isu mengenai politik dan kepemimpinan, khususnya ketika janji yang disampaikan tidak selalu sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan.
Namun, pesan “Iyain Aja” tidak hanya ditujukan kepada pemimpin di level tertinggi. Lagu ini juga menjadi pengingat bagi para pemimpin di berbagai lingkup kehidupan, termasuk keluarga.
Dalam konteks keluarga, sosok bapak ditempatkan sebagai salah satu figur pemimpin yang dituntut untuk selalu konsisten antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. Gagasan tersebut kemudian dituangkan Serak Parau melalui musik yang terdengar kasar, mentah, sekaligus penuh tekanan.
Riff gitar yang catchy dan repetitif menjadi salah satu kekuatan lagu ini. Ditambah suara mentah serta teriakan serak Yue, “Iyain Aja” menghadirkan atmosfer kekesalan yang kuat dan terasa selaras dengan keresahan yang ingin mereka tuangkan melalui lirik.
“Perintis” dan Perjalanan Kaum Pekerja Urban
Keresahan berikutnya hadir melalui single “Perintis”, yang dirilis secara digital pada Agustus 2026. Jika “Iyain Aja” lebih banyak berbicara mengenai persoalan kepemimpinan dan realitas sosial-politik, “Perintis” membawa pendengar pada keseharian para pekerja urban.
Lagu ini menggambarkan mereka yang setiap hari harus berangkat lebih pagi dari kebanyakan orang, bertarung dengan padatnya jalanan dan kendaraan umum, kemudian baru kembali ke rumah pada malam hari. Semua dilakukan demi bertahan hidup, menghidupi keluarga, sekaligus mengejar mimpi untuk menjadi sesuatu yang lebih baik di masa depan.
Secara musikal, “Perintis” menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda dari “Iyain Aja”. Serak Parau memasukkan elemen gitar akustik serta suara ambient yang direkam dari suasana stasiun kereta dan jalan raya.
Penggunaan elemen-elemen tersebut memberikan dinamika tersendiri sekaligus memperkuat atmosfer perjalanan para pekerja urban yang menjadi tema utama lagu. Suara perjalanan, jalanan, dan ruang publik seolah menjadi bagian dari cerita yang dibangunSerak Parau di dalam lagu.
Kedua single tersebut ditulis dan diproduksi oleh Budi yang juga mengisi posisi gitar dalam Serak Parau. “Iyain Aja” dan “Perintis” kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital.
Perjalanan Serak Parau sendiri masih terus berlanjut. Saat ini, mereka tengah memproduksi materi-materi baru untuk album perdana yang direncanakan akan dirilis pada 2027. Album tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang yang lebih luas bagi Serak Parau untuk menyuarakan keresahan dan cerita dari “Kaum Medioker” yang menjadi identitas utama proyek musik mereka.


